Tuesday, 23 April 2013

Anak Raja V. 1



Anak raja V. 1
Informasi dari Rakyat
     Di sebuah keraja’an  ada anak Raja yang bernama James dan Kelton. Mereka sering memancing di sebuah Danau yang cukup luas. Mereka sering memancing pada saat liburan. Selain mereka juga banyak anak-anak yang sering memancing atau bermain di Danau itu. Danau itu bernama The Thief. Banyak orang yang berkata bahwa Danau itu pernah di kelilingi oleh pencuri. Karena itu mereka menamakannya The Thief. Banyak orang yang menjadi saksi matanya kalau mereka melihat banyak pencuri yang bergerombol. Semua orang di kerajaan ini belum tahu kenapa pencuri itu menggeromboli Danau itu? Ada beberapa orang yang berkata sepertinya ada sesuatu dibawah tanah di Danau itu, dan ada juga yang berkata kalau ada harta yang pernah jatuh di danau itu seperti emas misalnya. Tidak ada orang yang berhasil mengetahui  yang sebenarnya apa yang ada di Danau itu. Dengan cerita itu belum pernah ada orang yang melihat kejadian itu lagi, tapi pada beberapa saat James pernah melihat kejadian itu lagi. Tapi pada saat James memberitahu orangtuanya, mereka (orangtua) tidak percaya dengan apa yang James katakana. Hanya ada satu (1) temannya yang percaya tentang kejadian yang dilihat oleh James. James melihat hanya ada lima (5) orang yang ada di sana (Danau). Sampai sekarang masih belum ada orang yang menyelidiki kasus di tempat Danau tersebut.
Mencari tahu tentang Danau The Thief
Suatu hari, James dan Kelton ingin melakukan penyelidikan tepat pada Jam 12.00 siang nanti, sementara mereka masih makan pagi. Dihari yang cerah James menyambut Rakyat yang ada dikerajaan dengan gembira sementara Kelton menyambut hari yang cerah dengan membantu ibunya memasak. Mereka ini adalah adik dan kakak, James sebagai kakak kandungnya Kelton. Mereka sangat senang sebagai Anak Raja. Pada saat jam 09.00 mereka bermain dengan Ana dan Steven. Mereka bermain di Taman di dekat rumah Steven. Mereka bermain dengan Gembira. Tanpa disadari mereka pun bermain sampai jam 11.00. setelah Kelton menyadarinya mereka pun bergegas pulang kerumahnya masing-masing. Dirumah James dan Kelton makan siang, pada saat jam 11.30 mereka berangkat ke Danau untuk melakukan penyelidikan, selain itu mereka juga membawa alat untuk memancing. Mereka sangat suka memancing di Danau. Mereka berangkat kesana dengan semangat yang menyala-nyala, sesampainya disana mereka melihat keadaan yang sangat ramai dipenuhi orang. Banyak orang yang memancing, bermain kejar-kejaran dan yang lain-lain. Mereka langsung menuju ke sana dengan semangat. Mereka berusaha mencari informasi yang ada disana. Mereka menggali tanah dan berpikir (Mungkin kita bisa menemukan harta atau benda lainnya yang ada didalam) dan pada akhirnya James menemukan sesuatu benda yang terjepit ditanah dan berat untuk diangkat. James memanggil Kelton sambil Teriak “Kelton, aku menemukan sesuatu disini!! Cepat kemari!” Kelton langsung kaget mendengar ucapan kakaknya tadi. Ia bergegas kesana, ketempat kakaknya memanggilnya. James heran dengan benda yang terjepit ditanah. Sesampainya Kelton datang James meminta Kelton untuk membantu menarik benda itu. Bersama-sama mereka menarik benda itu dengan semangat. Setelah mereka menariknya ternyata mereka hanya mendapatkan sepatu Boots yang sudah tua dan sudah rusak. Mereka mencoba mencari sepasang sepatu itu lagi dan mereka tidak mau menyerah untuk mencari-cari sesuatu yang bisa dipakai untuk dijadikan informasi. Ternyata didekat sepatu Boot itu masih ada barang lagi yang teyata mudah ditarik. Setelah mendapakannya ternyata hanya sepasang sepatu Boot yang tadi. Tetapi yang satu ini berbeda lagi, sepatu yang kiri didalamnya ada sesuatu kertas. Tetapi tidak ada tulisannya sama sekali hanya sebuah kertas yang berwarna kekuningan. Mereka pulang hanya membawa sepasang sepatu Boot dan sebuah kertas berwarna kekuningan. Mereka pulang dengan gembira, Ana melihat mereka berlari ke rumah mereka. Ana bingung kenapa mereka berlari?. Ana izin untuk kerumah James. Sesampainya disana James sedang makan sore. “Hai James. Kenapa tadi kalian lari? Memang ada yang meninggal?” kata Ana. “Tidak, tadi kita lari karena menemukan sepatu busuk dan kertas yang tidak layak untuk ditulis di Danau, kami pikir itu berguna ternyata tidak. Kertasnya pun hanya satu lembar.” Kata James. “Sungguh menyebalakan!” kata Kelton. “Mungkin saja kalian benar bisa jadi itu bukan sembarang kertas, atau mungkin ada petunjuk atau petanya” kata Ana. “Kita sudah menlihatnya dan kata professor pun juga tidak ada petunjuk, tuh sepatu dan kertasnya kamu lihat saja dulu (sambil menunjuk tangan kanannya ke arah sepatu dan kertas)” kata Kelton. Ana pun ketempat sepatu itu berada. Ana melihat kalau tidak ada petunjuk yang tertulis sama sekali. Ana membawa kertas itu kemeja tempat James dan Kelton makan sore. Ana meminum teh yang diberi bibi James. Ternyata tehnya tersenggol oleh Ana dan terkena kertas yang berwarna kekuningan itu. Dan setelah kertasnya kena muncul gambar seperti peta. “Oh, ternyata ini bukan sembarang kertas. Ini kertas yang hanya bisa dilihat jika terkena air yang panas!.” Kata Ana. Dan professor pun datang karena Ana teriak “benar nak ini adalah kertas yang sudah sangat susah ditemukan ini adalah kertas yang hanya bisa dilihat dengan uap. Kita lihat apa maksudnya peta ini? Dimana kamu menemukannya James?” kata Professor. “aku menemukannya di Danau The Thief. Apa mungkin kalau disana ada benda atau harta yang bersembunyi? Atau itu adalah peta petunjuknya?” kata James. “ mungkin itu bisa terjadi. Nanti malam siapa yang mau ikut untuk mengintai keadaan disana? Mungkin saja masih ada beberapa orang yang masih mau mencari harta ini?” kata Professor. Ana, James dan Kelton semuanya ingin ikut. Mereka semua melihat peta itu dengan sangat serius dan dengan semangat. Tapi Professor pun juga tidak mengerti. Akhirnya Professor pun menyiramkan air panas lagi ke kertas itu. Pada akhirnya kertas itu berubah warna menjadi warna putih yang cerah. Dan disana tertulis “Albert Einstein” dan dibalik kertasnya tertulis “The Leader”. Professor akhirnya berpikir sejenak. Dan tidak lama kemudian Professor pun mendapatkan ide “apakah itu pemimpin dari pencuri-pencuri itu? Kita harus laporkan ini ke Raja! Mungkin saja Raja tahu tentang soal ini” kata Professor. Dan akhirnya mereka semua ke tempat kerajaan. “Paduka raja, anak-anak kalian menemukan kertas yang sepertinya bisa dijadikan petunjuk. Mereka menemukannya di Danau The Thief” kata Professor. “Ayah ini aku temukan di Danau
Mengintai Danau di malam hari
Semuanya menyetujuinya lagi. Mereka pun akhirnya pulang dengan Professor dengan wajah yang tampak gembira. Sesampainya di rumah mereka (James dan Kelton) makan malam dirumah. Selesai makan mereka semua hamper lupa kalau mereka ingin mengakan pengintaian dengan Professor dan ayah/Raja. Mereka pun bersiap-siap untuk berangkat. Pada saat James dikamarnya ia melihat ada tiga (3) orang yang membawa senterdan alat untukk menggali. James heran dengan keberadaan orang itu. James menduga-duga kalau itu orang yang akan pergi ke Danau. “Kelton! Kemari lah ada orang asing di depan rumah kita!” kata James Dengan suara yang kecil. “Ada apa kak?” kata Kelton. “Coba lihat orang itu. Sepertinya mereka orang yang akan pergi ke Danau?” kata James. “Sepertinya dugaan kakakmemang benar, dan sepertinya mereka membawa alat untuk menggali, atau jangan-jangan harta atau benda itu ada di bawah tanah?” kata Kelton. “Itu mungkin saja bisa terjadi tapi kita harus melapor ke Professor dan ayah kita? Agar kita bisa berangkat sekarang juga” kata James. “Wah itu ide yang bagus kak.” Kata Kelton. Akhirnya mereka pun bergegas untuk melapor kepada Professor dan ayahnya. Dengan cepat pun mereka berhasil memberitahu informasi itu kepada Professor. Sekarang mereka bergegas ke Istana untuk memberitahu ayahnya. Dijalan mereka sudah menduga-duga kalau orang itu sudah sampai ke Danau. Sesampainya di Itana mereka melapor kejadian itu. Sehabis itu mereka semua (James, Kelton, Professor dan Ayahnya langsung bergegas ke Danau. Pada saat mereka semua menuju ke Danau mereka bertemu Ana di Taman. “Hai sedang apa? Mengapa kalian semangat sekali?” kata Ana. “Oh kita ingin menyelidiki apa yang ada di danau itu. Kamu mau ikut?” kata Kelton dengan suara yang berbisik-bisik. “baiklah aku ikut” kata Ana dengan suara yang berbisik-bisik. Mereka semua pun berjalan menuju ke danau dengan semangat yang besar. Sesampainya disana James memimpin jalan tetapi Ana mempunyai nyali untuk melewati si James. Tapi ia tidak berani untuk melewatinya karena semua didepan jalan gelap gulita. Akhirnya Ana hanya berani disamping Professor dan Professor pun tertawa karena Ana takut kegelapan. Di danau itu ada  satu pohon yang sangat besar yaitu adalah pohon beringin. Mereka semua melihat kesana “mengapa disana ada lampu?” kata Ana. “Mungkin itu orangnya.” Kata Professor. Setelah professor berkata seperti itu Ayah James langsung mengambil Teropongnya. “Ya benar itu mereka. Aku bisa melihatnya. Tapi mengapa hanya ada satu (1) orang yang ada disana?” kata Ayah James dan Kelton. “Mungkin yang satu ini sedang berjaga dan yang sisanya melakukan sesuatu yang lain” kata Professor. “Ya, itu masuk akal” kata Ayah James dan Kelton. Mereka kesana tenpa suara. Mereka sudah sampai didekat pohon Beringin itu tanpa disadari orang itu. Orang itu pergi ke belakang pohon beringin. Mereka mengikuti orang itu  ternyata disana ada dua (2) orang lagi yang sedang menggali tanah yang sepertinya sangat kering. Mereka tampak sudah berkeringat “sepertinya aku kenal dengan mereka.” Kata Professor. “Memang siapa orang itu?” kata James. “Oh iya aku ingat mereka adalah orang yang aku temui di toko peralatan tadi pagi. Mereka tampak sangat galak.” Kata Professor. “Mungkin orang itu membeli seperangkat alat untuk menggali. Lihat saja scoop itu kan yang dijual di toko itu” kata Professor. “kita sepertinya akan menunggu disini sampai mereka pergi dan melihat apa yang mereka lakukan. Apakah kalian setuju?” kata Professor. Akhirnya semuanya setuju. Mereka melihat apa saja yang dilakukan oleh orang itu. Akhirnya mereka semua tau siapa nama semua orang itu. Ada Wicky, Stan dan Jimmy. “Sepertinya semua orang itu dari  keluarga nenek Thin” kata Professor. “Benar itu mereka semua dari Ibu Thin” kata Ana. Akhirnya mereka semua menunggunya. “Sial! Kita tidak dapat apa-apa sementara hari sudah menjelang fajar!” kata Stan. “Ayo, kita harus pulang sebelum ada orang yang melihat kita!” kata Wicky. Sementara Jimmy beres-beres untuk pulang dengan wajah yang tampak kesal sekali. “bagaiamana kalau besok kita menggali lagi?” kata Jimmy. “baiklah besok kita akan menggali sampai ketemu benda itu!” kata Stan. Sebelum mereka pulang Professor mempunyai ide untuk mencegat mereka “Bagaimana kalau kita cegat mereka setelah itu kita introgasi?” kata Professor. Akhirnya semuanya menyetujuinya. Setelah mereka siap untuk pulang mereka langsung mengepungnya “Hei, apa-apaan ini!?” kata Stan dengan tegas. “kami harus membawamu ke istana sekarang juga! Kita sudah melihat apa saja yang kalian lakukan tadi!” kata Professor. Akhirnya mereka semua tertangkap dan dibawa ke istana. (Di Istana Kerajaan) “Apa yg kalian gali semalaman tadi!” kata Raja dengan nada yg sangat keras. “hmmm.. kita benar-benar tidak melakukan apa-apa!” kata Stan dengan muka gelisah. “katakana yang sebenarnya, atau kalian akan masuk penjara!!” kata Raja dengan amarah. “tapi”, belum selesai bicara Stan dan teman-temannya dibawa ke ruang bawah tanah yang sangat gelap dan sangat panas. Disana mereka diseret dan dipukul, semuanya dilakukan dengan cara fisik. Di ruang bawah tanah memang tempat penjara yg sangat kejam dan tanpa ampun, ada beberapa mayat dipenjara yang belum dibersih kan. Darah ada dimana-mana dan hanya ada 15 lilin yg hidup di situ. Mereka sangat tersiksa dengan ancaman fisik itu. Ketika Stan dan teman-temannya diseret dengan paksa dan dibawa keruang tanah sudah hampir semua tubuhnya lecet dan berdarah-darah. James dan Kelton tidak tau kalau ayahnya sekejam itu. James dan Kelton hanya bisa berdiri dan melihat apa yang terjadi. Pada hari itu mereka belum sempat makan pagi, James dan Keton pulang dan makanan yang tertutup tudung saji. “Ahirnya sampai dirumah.. makan yuk?” kata Kelton. “Tidak. Kau saja yang makan. Aku tidak nafsu makan karena melihat orang-orang yang diseret sampai segitu kasarnya..” kata James dengan wajah yang tampak musam. “ahh, sudah kak itu sudah biasa.. lupakan saja, ayo makan, nanti sakit lho?” kata Kelton sambil memegang sendok ditangan kanannya. “Tidak!!” kata James sambil wajah yang tampak bertambah musam. “Ya sudah kalau tidak mau.. Aku saja yg akan menghabiskannya..” kata James dengan nada yang pelan.
Ini hanya V. 1 nantikan cerita yang berikutnya..

No comments:

Post a Comment