Anak
raja V. 1
Informasi
dari Rakyat
Di
sebuah keraja’an ada anak Raja yang
bernama James dan Kelton. Mereka sering memancing di sebuah Danau yang cukup
luas. Mereka sering memancing pada saat liburan. Selain mereka juga banyak
anak-anak yang sering memancing atau bermain di Danau itu. Danau itu bernama
The Thief. Banyak orang yang berkata bahwa Danau itu pernah di kelilingi oleh
pencuri. Karena itu mereka menamakannya The Thief. Banyak orang yang menjadi
saksi matanya kalau mereka melihat banyak pencuri yang bergerombol. Semua orang
di kerajaan ini belum tahu kenapa pencuri itu menggeromboli Danau itu? Ada
beberapa orang yang berkata sepertinya ada sesuatu dibawah tanah di Danau itu,
dan ada juga yang berkata kalau ada harta yang pernah jatuh di danau itu
seperti emas misalnya. Tidak ada orang yang berhasil mengetahui yang sebenarnya apa yang ada di Danau itu.
Dengan cerita itu belum pernah ada orang yang melihat kejadian itu lagi, tapi
pada beberapa saat James pernah melihat kejadian itu lagi. Tapi pada saat James
memberitahu orangtuanya, mereka (orangtua) tidak percaya dengan apa yang James
katakana. Hanya ada satu (1) temannya yang percaya tentang kejadian yang
dilihat oleh James. James melihat hanya ada lima (5) orang yang ada di sana
(Danau). Sampai sekarang masih belum ada orang yang menyelidiki kasus di tempat
Danau tersebut.
Mencari
tahu tentang Danau The Thief
Suatu hari, James dan Kelton ingin melakukan penyelidikan
tepat pada Jam 12.00 siang nanti, sementara mereka masih makan pagi. Dihari yang
cerah James menyambut Rakyat yang ada dikerajaan dengan gembira sementara
Kelton menyambut hari yang cerah dengan membantu ibunya memasak. Mereka ini
adalah adik dan kakak, James sebagai kakak kandungnya Kelton. Mereka sangat
senang sebagai Anak Raja. Pada saat jam 09.00 mereka bermain dengan Ana dan
Steven. Mereka bermain di Taman di dekat rumah Steven. Mereka bermain dengan
Gembira. Tanpa disadari mereka pun bermain sampai jam 11.00. setelah Kelton
menyadarinya mereka pun bergegas pulang kerumahnya masing-masing. Dirumah James
dan Kelton makan siang, pada saat jam 11.30 mereka berangkat ke Danau untuk
melakukan penyelidikan, selain itu mereka juga membawa alat untuk memancing.
Mereka sangat suka memancing di Danau. Mereka berangkat kesana dengan semangat
yang menyala-nyala, sesampainya disana mereka melihat keadaan yang sangat ramai
dipenuhi orang. Banyak orang yang memancing, bermain kejar-kejaran dan yang
lain-lain. Mereka langsung menuju ke sana dengan semangat. Mereka berusaha
mencari informasi yang ada disana. Mereka menggali tanah dan berpikir (Mungkin
kita bisa menemukan harta atau benda lainnya yang ada didalam) dan pada
akhirnya James menemukan sesuatu benda yang terjepit ditanah dan berat untuk
diangkat. James memanggil Kelton sambil Teriak “Kelton, aku menemukan sesuatu
disini!! Cepat kemari!” Kelton langsung kaget mendengar ucapan kakaknya tadi.
Ia bergegas kesana, ketempat kakaknya memanggilnya. James heran dengan benda
yang terjepit ditanah. Sesampainya Kelton datang James meminta Kelton untuk
membantu menarik benda itu. Bersama-sama mereka
menarik benda itu dengan semangat. Setelah mereka menariknya ternyata mereka
hanya mendapatkan sepatu Boots yang sudah tua dan sudah rusak. Mereka mencoba
mencari sepasang sepatu itu lagi dan mereka tidak mau menyerah untuk
mencari-cari sesuatu yang bisa dipakai untuk dijadikan informasi. Ternyata
didekat sepatu Boot itu masih ada barang lagi yang teyata mudah ditarik.
Setelah mendapakannya ternyata hanya sepasang sepatu Boot yang tadi. Tetapi
yang satu ini berbeda lagi, sepatu yang kiri didalamnya ada sesuatu kertas.
Tetapi tidak ada tulisannya sama sekali hanya sebuah kertas yang berwarna
kekuningan. Mereka pulang hanya membawa sepasang sepatu Boot dan sebuah kertas
berwarna kekuningan. Mereka pulang dengan gembira, Ana melihat mereka berlari
ke rumah mereka. Ana bingung kenapa mereka berlari?. Ana izin untuk kerumah
James. Sesampainya disana James sedang makan sore. “Hai James. Kenapa tadi
kalian lari? Memang ada yang meninggal?” kata Ana. “Tidak, tadi kita lari
karena menemukan sepatu busuk dan kertas yang tidak layak untuk ditulis di
Danau, kami pikir itu berguna ternyata tidak. Kertasnya pun hanya satu lembar.”
Kata James. “Sungguh menyebalakan!” kata Kelton. “Mungkin saja
kalian benar bisa jadi itu bukan sembarang kertas, atau mungkin ada petunjuk
atau petanya” kata Ana. “Kita sudah menlihatnya dan kata professor pun juga
tidak ada petunjuk, tuh sepatu dan kertasnya kamu lihat saja dulu (sambil
menunjuk tangan kanannya ke arah sepatu dan kertas)” kata Kelton. Ana pun
ketempat sepatu itu berada. Ana melihat kalau tidak ada petunjuk yang tertulis
sama sekali. Ana membawa kertas itu kemeja tempat James dan Kelton makan sore.
Ana meminum teh yang diberi bibi James. Ternyata tehnya tersenggol oleh Ana dan
terkena kertas yang berwarna kekuningan itu. Dan setelah kertasnya kena muncul
gambar seperti peta. “Oh, ternyata ini bukan sembarang kertas. Ini kertas yang
hanya bisa dilihat jika terkena air yang panas!.” Kata Ana. Dan professor pun
datang karena Ana teriak “benar nak ini adalah kertas yang sudah sangat susah
ditemukan ini adalah kertas yang hanya bisa dilihat dengan uap. Kita lihat apa
maksudnya peta ini? Dimana kamu menemukannya James?” kata Professor. “aku
menemukannya di Danau The Thief. Apa mungkin kalau disana ada benda atau harta
yang bersembunyi? Atau itu adalah peta petunjuknya?” kata James. “ mungkin itu
bisa terjadi. Nanti malam siapa yang mau ikut untuk mengintai keadaan disana?
Mungkin saja masih ada beberapa orang yang masih mau mencari harta ini?” kata
Professor. Ana, James dan Kelton semuanya ingin ikut. Mereka semua melihat peta
itu dengan sangat serius dan dengan semangat. Tapi Professor pun juga tidak
mengerti. Akhirnya Professor pun menyiramkan air panas lagi ke kertas itu. Pada
akhirnya kertas itu berubah warna menjadi warna putih yang cerah. Dan disana
tertulis “Albert Einstein” dan dibalik kertasnya tertulis “The Leader”.
Professor akhirnya berpikir sejenak. Dan tidak lama kemudian Professor pun
mendapatkan ide “apakah itu pemimpin dari pencuri-pencuri itu? Kita harus
laporkan ini ke Raja! Mungkin saja Raja tahu tentang soal ini” kata Professor.
Dan akhirnya mereka semua ke tempat kerajaan. “Paduka raja, anak-anak kalian
menemukan kertas yang sepertinya bisa dijadikan petunjuk. Mereka menemukannya
di Danau The Thief” kata Professor. “Ayah ini aku temukan di Danau
Mengintai
Danau di malam hari
Semuanya menyetujuinya lagi. Mereka pun akhirnya pulang
dengan Professor dengan wajah yang tampak gembira. Sesampainya di rumah mereka
(James dan Kelton) makan malam dirumah. Selesai makan mereka semua hamper lupa
kalau mereka ingin mengakan pengintaian dengan Professor dan ayah/Raja. Mereka
pun bersiap-siap untuk berangkat. Pada saat James dikamarnya ia melihat ada
tiga (3) orang yang membawa senterdan alat untukk menggali. James heran dengan
keberadaan orang itu. James menduga-duga kalau itu orang yang akan pergi ke
Danau. “Kelton! Kemari lah ada orang asing di depan rumah kita!” kata James
Dengan suara yang kecil. “Ada apa kak?” kata Kelton. “Coba lihat orang itu.
Sepertinya mereka orang yang akan pergi ke Danau?” kata James. “Sepertinya
dugaan kakakmemang benar, dan sepertinya mereka membawa alat untuk menggali,
atau jangan-jangan harta atau benda itu ada di bawah tanah?” kata Kelton. “Itu
mungkin saja bisa terjadi tapi kita harus melapor ke Professor dan ayah kita?
Agar kita bisa berangkat sekarang juga” kata James. “Wah itu ide yang bagus
kak.” Kata Kelton. Akhirnya mereka pun bergegas untuk melapor kepada Professor
dan ayahnya. Dengan cepat pun mereka berhasil memberitahu informasi itu kepada
Professor. Sekarang mereka bergegas ke Istana untuk memberitahu ayahnya.
Dijalan mereka sudah menduga-duga kalau orang itu sudah sampai ke Danau.
Sesampainya di Itana mereka melapor kejadian itu. Sehabis itu mereka semua
(James, Kelton, Professor dan Ayahnya langsung bergegas ke Danau. Pada saat
mereka semua menuju ke Danau mereka bertemu Ana di Taman. “Hai sedang apa?
Mengapa kalian semangat sekali?” kata Ana. “Oh kita ingin menyelidiki apa yang
ada di danau itu. Kamu mau ikut?” kata Kelton dengan suara yang berbisik-bisik.
“baiklah aku ikut” kata Ana dengan suara yang berbisik-bisik. Mereka semua pun
berjalan menuju ke danau dengan semangat yang besar. Sesampainya disana James
memimpin jalan tetapi Ana mempunyai nyali untuk melewati si James. Tapi ia
tidak berani untuk melewatinya karena semua didepan jalan gelap gulita.
Akhirnya Ana hanya berani disamping Professor dan Professor pun tertawa karena
Ana takut kegelapan. Di danau itu ada
satu pohon yang sangat besar yaitu adalah pohon beringin. Mereka semua
melihat kesana “mengapa disana ada lampu?” kata Ana. “Mungkin itu orangnya.”
Kata Professor. Setelah professor berkata seperti itu Ayah James langsung
mengambil Teropongnya. “Ya benar itu mereka. Aku bisa melihatnya. Tapi mengapa
hanya ada satu (1) orang yang ada disana?” kata Ayah James dan Kelton. “Mungkin
yang satu ini sedang berjaga dan yang sisanya melakukan sesuatu yang lain” kata
Professor. “Ya, itu masuk akal” kata Ayah James dan Kelton. Mereka kesana tenpa
suara. Mereka sudah sampai didekat pohon Beringin itu tanpa disadari orang itu.
Orang itu pergi ke belakang pohon beringin. Mereka mengikuti orang itu ternyata disana ada dua (2) orang lagi yang
sedang menggali tanah yang sepertinya sangat kering. Mereka tampak sudah
berkeringat “sepertinya aku kenal dengan mereka.” Kata Professor. “Memang siapa
orang itu?” kata James. “Oh iya aku ingat mereka adalah orang yang aku temui di
toko peralatan tadi pagi. Mereka tampak sangat galak.” Kata Professor. “Mungkin
orang itu membeli seperangkat alat untuk menggali. Lihat saja scoop itu kan
yang dijual di toko itu” kata Professor. “kita sepertinya akan menunggu disini
sampai mereka pergi dan melihat apa yang mereka lakukan. Apakah kalian setuju?”
kata Professor. Akhirnya semuanya setuju. Mereka melihat apa saja yang
dilakukan oleh orang itu. Akhirnya mereka semua tau siapa nama semua orang itu.
Ada Wicky, Stan dan Jimmy. “Sepertinya semua orang itu dari keluarga nenek Thin” kata Professor. “Benar
itu mereka semua dari Ibu Thin” kata Ana. Akhirnya mereka semua menunggunya.
“Sial! Kita tidak dapat apa-apa sementara hari sudah menjelang fajar!” kata
Stan. “Ayo, kita harus pulang sebelum ada orang yang melihat kita!” kata Wicky.
Sementara Jimmy beres-beres untuk pulang dengan wajah yang tampak kesal sekali.
“bagaiamana kalau besok kita menggali lagi?” kata Jimmy. “baiklah besok kita
akan menggali sampai ketemu benda itu!” kata Stan. Sebelum mereka pulang
Professor mempunyai ide untuk mencegat mereka “Bagaimana kalau kita cegat
mereka setelah itu kita introgasi?” kata Professor. Akhirnya semuanya
menyetujuinya. Setelah mereka siap untuk pulang mereka langsung mengepungnya
“Hei, apa-apaan ini!?” kata Stan dengan tegas. “kami harus membawamu ke istana
sekarang juga! Kita sudah melihat apa saja yang kalian lakukan tadi!” kata
Professor. Akhirnya mereka semua tertangkap dan dibawa ke istana. (Di Istana
Kerajaan) “Apa yg kalian gali semalaman tadi!” kata Raja dengan nada yg sangat
keras. “hmmm.. kita benar-benar tidak melakukan apa-apa!” kata Stan dengan muka
gelisah. “katakana yang sebenarnya, atau kalian akan masuk penjara!!” kata Raja
dengan amarah. “tapi”, belum selesai bicara Stan dan teman-temannya dibawa ke
ruang bawah tanah yang sangat gelap dan sangat panas. Disana mereka diseret dan
dipukul, semuanya dilakukan dengan cara fisik. Di ruang bawah tanah memang
tempat penjara yg sangat kejam dan tanpa ampun, ada beberapa mayat dipenjara
yang belum dibersih kan. Darah ada dimana-mana dan hanya ada 15 lilin yg hidup
di situ. Mereka sangat tersiksa dengan ancaman fisik itu. Ketika Stan dan
teman-temannya diseret dengan paksa dan dibawa keruang tanah sudah hampir semua
tubuhnya lecet dan berdarah-darah. James dan Kelton tidak tau kalau ayahnya
sekejam itu. James dan Kelton hanya bisa berdiri dan melihat apa yang terjadi.
Pada hari itu mereka belum sempat makan pagi, James dan Keton pulang dan
makanan yang tertutup tudung saji. “Ahirnya sampai dirumah.. makan yuk?” kata
Kelton. “Tidak. Kau saja yang makan. Aku tidak nafsu makan karena melihat
orang-orang yang diseret sampai segitu kasarnya..” kata James dengan wajah yang
tampak musam. “ahh, sudah kak itu sudah biasa.. lupakan saja, ayo makan, nanti
sakit lho?” kata Kelton sambil memegang sendok ditangan kanannya. “Tidak!!”
kata James sambil wajah yang tampak bertambah musam. “Ya sudah kalau tidak
mau.. Aku saja yg akan menghabiskannya..” kata James dengan nada yang pelan.
Ini hanya V. 1 nantikan cerita yang berikutnya..
No comments:
Post a Comment